Powered By Blogger
Showing posts with label kanker serviks. Show all posts
Showing posts with label kanker serviks. Show all posts

Wednesday, July 12, 2017

penyebab kanker serviks



Saat ini kanker serviks tercatat sebagai pembunuh mematikan bagi wanita, tidak hanya di Indonesia tapi juga di dunia. Sebagai pembunuh mematikan kanker serviks disebabkan oleh hpv, suatu golongan virus di mana saat ini sudah tercatat lebih dari 100 jenis hpv. Virus hpv umumnya menyebar melalui hubungan seksual, di mana terjadi kontak langsung antara kulit kelamin, membran mukosa, atau pertukaran cairan tubuh dan melalui oral seks. Di antara sekian banyak jenis virus hpv ada 15 jenis yang berpotensi menyebabkan kanker serviks, dan 2 di antaranya diketahui menjadi penyebab umum kanker serviks yaitu virus hpv 16 dan 18.


Jenis HPV yang berisiko tinggi dianggap mengandung materi genetik yang bisa dipindahkan dari sel virus ke dalam sel leher rahim. Materi ini akan mulai mengganggu kinerja sel, hingga akhirnya sel-sel serviks itu berkembang biak tanpa terkendali. Proses inilah yang menyebabkan munculnya tumor dan kemudian berubah menjadi kanker. Saat ini belum ditemukan obat yang secara pasti untuk menyembuhkan kanker serviks. Virus ini sendiri bisa tetap berada di dalam tubuh dengan atau tanpa penanganan. Tapi, kebanyakan infeksi HPV menghilang tanpa penanganan khusus dalam jangka waktu sekitar dua tahun. Namun, sebagai langkah berjaga-jaga, setiap wanita disarankan untuk menerima vaksinasi HPV untuk mencegah tertularnya jenis virus yang menyebabkan kanker.

Status Prakanker – Cervical Intraepithelial Neoplasia


Kanker serviks butuh bertahun-tahun untuk tumbuh dari sel sehat ke sel prakanker dan akhirnya sel kanker. Perubahan abnormal sel-sel sebelum kanker inilah yang dikenal dengan sebutan cervical intraepithelial neoplasia (CIN) atau sel prakanker. Perubahan sel akibat infeksi HPV menjadi CIN, hingga akhirnya menjadi kanker sangat lambat. Proses ini bisa terjadi dalam kurun waktu 10-20 tahun.

CIN adalah kondisi pertumbuhan sel abnormal sebelum kanker. Kondisi ini umumnya tidak mengancam kesehatan seseorang secara langsung, tapi berpotensi berubah menjadi kanker. Walau risiko sel-sel CIN berubah menjadi kanker tergolong kecil, dokter akan memantau atau menanganinya sebagai langkah pencegahan kanker serviks. Tujuan pap smear adalah mengidentifikasi tahap ini agar CIN ditangani sebelum sepenuhnya berubah menjadi kanker.
Tingkat perubahan sel abnormal bisa dibagi menurut tingkat keparahannya, yaitu:
  • CIN 1 - Kondisi ini terjadi saat perubahan pada sel-sel leher rahim masih sedikit atau tidak terlalu signifikan. Bisa ditangani atau dipantau secara berkala karena sel-sel pada tahap CIN 1 bisa berubah menjadi normal kembali tanpa penanganan medis.
  • CIN 2 – Terjadi perubahan yang lebih dari CIN 2; umumnya sel-sel abnormal diangkat oleh dokter.
  • CIN 3 - Pada tahap ini, perubahan sel sangat abnormal tapi belum bersifat kanker. Sel-sel CIN 3 akan diangkat oleh dokter.

Faktor yang Bisa Meningkatkan Risiko Kanker Serviks


Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko menderita kanker serviks antara lain:

  • Aktivitas seksual terlalu dini: Melakukan hubungan seksual pada umur terlalu dini akan meningkatkan risiko terinfeksi HPV.
  • Berganti-ganti pasangan seksual: Memiliki banyak pasangan seksual akan meningkatkan risiko terinfeksi HPV.
  • Merokok: Wanita yang merokok berisiko dua kali lipat. Ini mungkin disebabkan oleh bahan kimia berbahaya dari tembakau yang muncul di leher rahim.
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah: Kondisi ini mungkin dikarenakan mengonsumsi obat tertentu seperti imunosupresan. Obat ini digunakan agar tubuh tidak menolak donor organ dari orang lain atau karena menderita HIV.
  • Melahirkan anak: Makin banyak anak yang dilahirkan seorang wanita, maka risiko mengidap kanker serviks semakin tinggi. Wanita yang punya tiga anak, tiga kali lebih berisiko terkena kanker serviks daripada wanita yang tidak punya anak sama sekali. Diperkirakan bahwa perubahan hormon saat sedang hamil membuat leher rahim lebih rentan terserang HPV.
  • Minum pil kontrasepsi atau KB lebih dari lima tahun: Mengonsumsi pil KB cukup lama akan meningkatkan risiko dua kali lipat mengalami kanker serviks. Meski hal ini masih belum jelas alasannya.

Cara Penyebaran Kanker Serviks


Jika kanker serviks tidak didiagnosis dan tidak ditangani, perlahan-lahan sel kanker akan keluar dari leher rahim dan menyebar ke organ serta jaringan di sekitarnya. Kanker bisa menyebar ke vagina dan otot yang menopang tulang panggul. Sel kanker juga bisa menyebar ke tubuh bagian atas. Kondisi ini akan menghalangi saluran yang mengalir dari ginjal ke kandung kemih atau sering disebut sebagai ureter.

Kanker bisa menyebar ke kandung kemih, rektum, dan akhirnya sampai ke hati, tulang, dan paru-paru. Sel kanker ini juga bisa menyebar ke sistem limfatik. Sistem limfatik terdiri dari serangkaian nodus dan saluran yang menjalar ke seluruh tubuh dengan cara yang sama seperti sistem peredaran darah.
Nodus limfa menghasilkan banyak sel khusus yang dibutuhkan oleh sistem kekebalan tubuh. Jika Anda terinfeksi, nodus di leher atau di bawah ketiak akan membengkak. Pada beberapa kanker serviks stadium awal, nodus limfa yang dekat dengan leher rahim mengandung sel kanker. Dan pada beberapa kanker serviks stadium akhir, nodus limfa di dada dan perut juga bisa terinfeksi kanker.

Wednesday, July 5, 2017

DISPLASIA dan hubungan dengan Kanker


Displasia adalah istilah yang dipakai untuk menunjukkan perkembangan sel dan jaringan yang tidak normal. Istilah ini sering digunakan pada bidang onkologi, yaitu ilmu mengenai penyakit keganasan atau kanker. Displasia sering kali merupakan awal mula dari pertumbuhan kanker. Pada beberapa jenis kanker, displasia digolongkan sebagai kanker in situ, artinya sel atau jaringan tersebut sudah memiliki sifat kanker tetapi pertumbuhannya masih terbatas pada lokasi sel atau jaringan asal. Sel kanker belum meluas atau menyebar ke jaringan dan organ lain.
Pada jaringan sel yang normal, sebagian besar sel merupakan sel matur atau sel dewasa dan hanya sebagian yang merupakan sel muda. Pada jaringan yang mengalami displasia, sel-sel muda ditemukan dalam jumlah yang cukup banyak, sedangkan sel dewasanya didapat dalam proporsi yang lebih kecil.
Sebagai contoh adalah penyakit displasia sel leher rahim. Displasia dinding leher rahim dapat diperiksa dengan pap smear. Di bawah mikroskop akan tampak banyaknya sel-sel muda. Jika hal ini terjadi, maka pasien harus segera mendapat tindakan, jika dibiarkan displasia tersebut dapat segera menjadi kanker leher rahim. Istilah displasia sering tertukar dengan metaplasia. Metaplasia adalah kondisi dimana jaringan dewasa pada suatu organ tergantikan oleh jaringan dewasa lainnya yang bukan berasal dari tempat tersebut.

Displasia tidak menimbulkan gejala apapun. Displasia adalah diagnosis pada tingkat jaringan yang baru terdeteksi melalui pengamatan laboratorium atau secara mikroskopis. Sedangkan pada tingkat individu, orang tersebut tidak merasakan gejala apapun. Jika displasia tidak terdeteksi dan berkembang menjadi kanker, barulah muncul gejala.

Displasia adalah calon kanker. Hal yang terpenting adalah mendeteksi adanya displasia sedini mungkin untuk mencegahnya berkembang menjadi kanker. Deteksi dini displasia dimulai dengan pengenalan risiko, seperti ada-tidaknya riwayat kanker pada keluarga, riwayat terpapar zat radioaktif, pola makan, dan sebagainya.
Jika displasia telah terjadi maka akan dilakukan tindakan. Jenis tindakan yang dilakukan sesuai dengan organ yang terkena. Karena displasia merupakan cikal-bakal kanker, tindakan yang umum dilakukan adalah memotong atau mengangkat jaringan tersebut.



Monday, June 12, 2017

Ciri-Ciri dan Gejala Kanker Serviks

Beberapa hari yang lalu kita dikejutkan dengan kabar kematian artis kondang Julia perez akibat kanker seviks. Banyak dari kita yang tidak mengetahui bawa kanker serviks adalah salah satu pembunuh paling mematikan di Indonesia dan Dunia. Kanker yang menyerang wanita ini tidak sekonyong-konyong datang banyak gejala dan tanda yang kita bisa perhatikan demi mencegah dampak mematkan kanker serviks. Berikut admin paparkan ciri-ciri dan gejala dari kanker serviks, karena kebanyakan wanita tidak dapat mengetahui tanda-tanda atau gejala prakanker atau stadium awal kanker serviks. Gejala kanker serviks stadium awal biasanya tidak muncul sampai sel kanker telah melakukan invasi ke dalam jaringan lebih dalam dan menyebar ke jaringan atau organ sekitarnya. Ketika salah satu dari gejala-gejala berikut muncul, maka segeralah bertindak aktif untuk memeriksakannya ke dokter : 


1. Flek atau pendarahan di luar jadwal menstruasi. 
2. Menstruasi lebih panjang dari biasanya. 
3. Darah menstruasi lebih banyak dari biasanya. 
4. Mudah terjadi pendarahan, misalnya setelah berhubungan seksual, douching, atau pemeriksaan panggul dengan memasukkan alat ke jalan lahir. 
5. Nyeri selama berhubungan seksual. 
6. Nyeri di sekitar pinggul 
7. Perdarahan pasca menopause. Artinya menopause sudah terjadi namun tiba-tiba muncul lagi pendarahan. 
8. Keputihan yang tidak biasa, keluar cairan berlebih, biasanya berwarna merah muda atau berbau busuk. 
9. Kehilangan nafsu makan 
10. Berat badan turun drastis tanpa sebab yang jelas. 
11. Kelelahan. Mudah sekali merasa lelah atau lemah. 
12. Sakit punggung. 
13. Nyeri kaki atau bengkak pada kaki. 
14. Keluar cairan urin atau feses dari jalan lahir. 
15. Mudah mengalami patah tulang. 
16. Sembelit 
17. Darah dalam urin Anda (hematuria) 
18. hilangnya kontrol kandung kemih (urinary incontinence) 

Berikut penjelasan dari masing-masing gejala kanker serviks di atas: 
1. Flek atau pendarahan di luar jadwal menstruasi Bercak darah atau pendarahan biasanya ringan, ini merupakan gejala awal yang perlu dicurigai. Memang tidak semua pendarahan di luar jadwal menstruasi disebabkan oleh kanker serviks. Hal ini juga bisa terjadi ketika seorang wanita mengalami stress, kondisi kurang fit, menggunakan kontrasepsi, gejala keguguran, dan lain-lain. Namun sebagai langkah kehati-hatian maka kita harus menyikapi pendarahan ini sebagai kecurigaan kita terhadap gejala kanker serviks apalagi disertai dengan gejala lainnya seperti dijelaskan di bawah ini.
2. Menstruasi lebih panjang dari biasanya. Jika biasanya durasi haid selama 5-7 hari, namun pada seorang wanita yang dicurigai adanya masalah pada rahim maka menstruasi bisa lebih panjang. Misalnya saja adanya tumor atau keganasan, termasuk kanker mulut rahim (serviks), dan juga gangguan pembekuan darah. 
3. Darah menstruasi lebih banyak dari biasanya. Hampir sama dengan kasus nomor 2 diatas. Darah menstruasi yang lebih banyak dari biasanya menandakan adanya perubahan pada lapisan rahim dan bisa jadi ini menjadi tanda atau gejala kanker serviks. Maka periksakanlah ke dokter untuk mencari penyebab pastinya. 
4. Mudah terjadi pendarahan Ketika mulut rahim atau serviks mengalami suatu perubahan menjadi ganas, maka jaringan tersebut menjadi rapuh dan mudah berdarah. Oleh sebab itu sentuhan yang biasanya tidak menimbulkan perdarahan pada orang normal, bisa terjadi pendarahan pada kanker serviks. Sentuhan yang dimaksud bisa berupa berhubungan seksual, douching, atau pemeriksaan panggul dengan memasukkan alat ke jalan lahir. 
5. Nyeri selama berhubungan seksual Hampir sama dengan poin 4 di atas, jaringan serviks yang mengalami keganasan juga lebih sensitif karena proses peradangan dan kematian sel (nekrosis). Oleh sebab itu akan musah terasa nyeri ketika tersentuh. 
6. Nyeri di sekitar panggul Gejala ini sering tak terduga, hampir sama dengan alasan di atas. Rasa tak nyaman dan nyeri di sekitar panggul terjadi akibat proses peradangan pada leher rahim. 
7. Perdarahan pasca menopause Ketika seorang wanita sudah memasuki masa menopause, artinya tidak ada lagi darah haid. Oleh sebab itu jika terjadi pendarahan lagi setelah masa ini, maka dicurigai bahwa darah itu berasal dari kanker serviks. 
8. Keputihan yang tidak biasa Maksud dari keputihan disini yaitu keluarnya cairan selain darah yang keluar dari jalan lahir. Cairan yang dimaksud bisa berupa lendir-lendir dan/atau bercampur nanah, atau bahkan darah kotor. 
9. Kehilangan Nafsu Makan Hampir pada semua jenis kanker, membuat penderitanya tidak nafsu makan. Hal ini lantaran zat-zat toksin yang dihasilkan oleh sel-sel kanker, atau bahkan efek samping dari kemoterapi. Jadi ini buknalah ciri kanker serviks yang khas. 
10. Berat badan turun drastis tanpa sebab yang jelas Tidak hanya sebagai gejala kanker serviks. Chahexia atau badan kurus karena kanker juga bisa terjadi pada penyakit kanker apa saja. Jadi ini merupakan ciri umum kanker, bukan ciri kanker serviks yang khusus. 
11. Kelelahan Rasa kelelahan yang berlebihan dan juga lemah terjadi karena kekurangan darah akibat pendarahan seperti dijelaskan sebelumnya. Namun juga bisa terjadi akibat zat-zat beracun yang dihasilkan oleh sel kanker. 
12. Sakit punggung Bisa terjadi akibat kanker yang sudah menyebar pada tulang punggung. Jadi pasien akan merasakan nyeri punggung tanpa alasan yang jelas, misalnya akibat cedera atau angkat beban. 
13. Nyeri kaki atau bengkak pada kaki Ketika kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening yang ada pada lipat paha, maka terjadilah pembengkakan pada kaki. Hal ini terjadi akibat terhambatnya aliran limfatik (getah bening). Kaki bengkak juga bisa terjadi akibat gagal ginjal. 
14. Keluar cairan urin atau feses dari jalan lahir Ciri-ciri kanker serviks yang satu ini terjadi ketika sel kanker sudah menyebar ke sekat yang memisahkan jalan lahir dengan jalan feses (tinja) di bagian belakang. Sedangkan jika menyebar ke bagian depannya, maka yang jadi korbannya sekat dengan kandung kemih. Sekat menjadi rapuh dan akhirnya bocor. Oleh sebab itu feses ataupun urin bisa merembes atau bocor ke jalan lahir. 
15. Mudah mengalami patah tulang Gejala kanker serviks yang tak terduga ini terjadi akibat penjalaran kanker ke tulang. Tulang yang terkena kanker akan lebih rapuh dan mudah patah meskipun terkena benturan ringan. Beberapa catatan penting: Gejala kanker serviks nomor 
16, 17, 18 terjadi akibat penyebaran kanker pada organ pencernaan dan saluran kemih. 

Gejala nomor 7 – 18 merupakan kondisi kanker serviks yang sudah lanjut alias menyebar (bermetastasis) dalam panggul, ke kelenjar getah bening atau di tempat lain di dalam tubuh. Setiap timbul gejala kanker serviks nomor 1 sampai 6 (stadium awal), maka harus dilaporkan kepada dokter meskipun rasanya kurang serius

Azithromycin, Antibiotik yang digunakan untuk terapi covid

Azithromycin merupakan antibiotik golongan makrolida yang memiliki mekanisme kerja dengan mengikat subunit ribosom 50S pada mikroorganisme y...