Powered By Blogger

Tuesday, August 22, 2017

Kiat Sukses Interview Tes Wawancara di perusahaan Farmasi



Rata-rata Mahasiswa Farmasi berpikiran bahwa mereka akan bekerja di rumah sakit, pukesmas, atau apotek begitu mereka lulus. padahal farmasi memiliki ruang lingkup yang lebih dari itu. Berbeda dengan perawat atau tenaga kesehatan lainnya yang berfokus pada pelayanan kesehatan, farmasi memiliki ruang lingkup dari hulu hingga hilir. Ia bisa mengabdi di unit produksi, distribusi maupun pelayanan. Ada sekitar 200 perusahaan farmasi baik besar maupun kecil yang tentu membutuhkan jasa tenaga farmasi. Sayangnya ketertarikan mahasiswa farmasi terhadap bidang kerja farmasi industri masih sedikit. Ini bisa dilihat kok dari jumlah magang mahasiswa yang ke industri lebih sedikit daripada ke RS. 

Ada beberapa alasan mengenai ketidaktertarikan ini bisa karena lingkungan, bisa juga karena ketidak tahuan dan atau karena was was dengan tes yang harus dihadapi ketika masuk ke perusahaan. Berikut admin paparkan beberapa kiat saat menghadapi tes interview di perusahaan khususnya perusahaan farmasi :

1.  Jangan gugup
2.  Berpakaian yang rapi dan sopan
3. Betingkah laku yang sopan baik saat sebelum selama dan sesudah wawancara lebih baik mengucapkan salam lebih dahulu dan tidak duduk sebelum dipersilahkan begitu pula ketika akan pergi salami penanya dan pergi dengan mengucapkan salam terlebih dahulu.
4. Murah senyum dan fokus pandangan ke depan aplagi saat menjawab pertanyaan tatap penanya anda
5. perbaiki sikap duduk usahakan untuk duduk tegak dan tidak melakukan banyak gerakan
6. Ceritakan dengan singkat dan jawab pertanyaan sesuai dengan yang ditanyakan
7. perusahaan biasanya membutuhkan karyawan yang memiliki jiwa kepemimpinan dan kerja sama yang baik dalam tim, karena itulah tunjukkan kalau anda punya jiwa kepemimpinan melalui jawaban anda biasanya akan ditanyakan pemecahan kasus untuk mengetahui kemampuan anda dalam mengambil keputusan pilih jawaban yang rasional yang berorientasi pada produk.
8. Dalam beberapa bidang biasanya akan ditanyakan pengetahuan anda mengenai calon pekerjaan anda karena perusahaan sangat kompleks dan masing masing pekerjaan akan memiliki job desk yang berbeda. Jadi pastikan anda mengetahui pekerjaan apa yang akan anda lamar, misal anda melamar pekerjaan di bidang qc pelajari lebih mendalam mengenai analisis bahan dan atau sampel, atau ketika melamar di unit produksi pastikan anda paham mengenai teknologi farmasi seperti pembuatan tabet, salep dan sirup.
9. Tunjukkan dengan sikap dan jawaban bahwa anda adalah orang yang dinamis dan mau berkembang serta pastikan anda konsisten dengan jawaban anda.
10. Berdoalah sebelum dan sesudah interview. Ini yang menjadi yang terpenting doa akan memudahkan jalan anda.

Sekian kiat dan tips singkat yang dapat admin berikan semoga sukses... Kiat ini sukses di 3 industri farmasi dan mungkin bisa juga di anda. Selamat Mencoba

Tuesday, August 15, 2017

Mengenal Lebih Jauh penyebab kematian dr Thamrin, si Kanker Otak


Beberapa waktu yang lalu terdengar kabar yang mengejutkan bahwa host Dr. Oz Indonesia, dr Ryan Thamrin meninggal dunia. Banyak kabar yang beredar bahwa penyebab meninggalnya dokter muda ini karena penyakit kanker otak. Tapi sebenarnya seberapa mematikan kah kanker yang menyerang pusat kendali tubuh manusia.
Kanker otak adalah jenis tumor otak ganas yang menyerang bagian tubuh lain dari otak dan tulang belakang. Perlu diketahui, tidak semua tumor otak bersifat ganas dan bisa dikategorikan sebagai kanker. Ada juga tumor otak yang bersifat jinak. Tumor otak jinak adalah sekumpulan sel-sel otak yang tumbuh perlahan dan tidak menyebar ke bagian lain. Tumor otak sendiri adalah pertumbuhan sel-sel otak yang tidak wajar dan tidak terkendali. Pada otak, tumor dapat berkembang dari sel yang menyusun jaringan otak, dari saraf yang keluar-masuk ke otak, dan dari selaput pelindung otak dan saraf tulang belakang (meninges).
Menurut asalnya, tumor otak terbagi menjadi dua yaitu primer dan sekunder. Tumor otak primer adalah tumor yang muncul pada otak, sedangkan tumor otak sekunder adalah tumor yang berasal dari bagian tubuh lain namun menyebar ke otak.
Kebanyakan kasus kanker otak merupakan jenis kanker otak sekunder, di mana kanker berawal dari organ tubuh lain kemudian menyebar ke otak. Jika dilihat dari tingkat perkembangannya serta kecepatan pertumbuhan dan penyebarannya, keganasan tumor otak dibagi menjadi 4 tingkat yaitu:
  • Stadium 1 dan 2: umumnyanya bersifat jinak.
  • Stadium 3 dan 4: biasanya bersifat ganas, dan bisa disebut sebagai ‘kanker’.
Kita akan mengkhususkan pembahasan mengenai tumor otak stadium 3 dan 4 (ganas).

Penderita Kanker Otak di Indonesia

Tumor otak tidak mengenal usia dan bisa menjangkiti siapa saja, termasuk anak-anak. Menurut data WHO, pada tahun 2012 ada sekitar 4900 kasus kanker otak yang terjadi di Indonesia. Jika dilihat dari jenis kelaminnya, maka pengidap kanker otak berjenis kelamin pria sedikit lebih banyak dibanding wanita.
Penyakit genetik seperti neurofibromatosis (penyakit genetik yang menyebabkan tumor tumbuh di saraf) bisa meningkatkan risiko munculnya tumor otak. Namun, penyebab utama dari kebanyakan tumor otak belum diketahui.

Gejala Kanker Otak

Gejala tumor otak bervariasi dari satu penderita ke penderita lain tergantung pada ukuran dan bagian otak yang terjangkit. Tumor bisa membuat area otak yang terjangkiti tidak berfungsi dengan baik dan menekan jaringan otak sehingga menyebabkan sakit kepala serta kejang-kejang.
Berikut ini beberapa gejala umum tumor otak yang lain:
  • Kelelahan berlebihan dan mudah mengantuk.
  • Gangguan penglihatan.
  • Gangguan berjalan dan berbicara.
  • Muntah-muntah.

Pengobatan Kanker Otak

Kanker otak primer memiliki tiga faktor yang bisa memengaruhi hasil pengobatan:
  • Tipe sel otak yang menjadi tumor.
  • Letak tumor di dalam otak.
  • Kondisi kesehatan dan umur penderita saat didiagnosis sebagai penderita tumor otak.
Penyakit ini harus ditangani secepat mungkin, biasanya dengan tindakan pembedahan untuk mengangkat sel-sel kanker sebanyak mungkin. Proses penyembuhan bisa dilanjutkan dengan radioterapi, kemoterapi, atau kombinasi keduanya. Jika tidak segera dilakukan pembedahan, kanker bisa berpotensi menyebar dan merusak bagian dari otak dan saraf tulang belakang, bahkan hingga ke organ lainnya.
Sedangkan pada kanker otak sekunder, manfaat perawatan hanya untuk meringankan gejala dan memperpanjang usia saja. Karena kecilnya kemungkinan bagi penderita untuk sembuh total, terutama tumor maupun kanker yang ada sudah menyebar ke bagian tubuh lainnya.
Kanker otak bisa berdampak pada kemampuan motorik, bicara, penglihatan, serta pola pikir pada saat dan setelah pengobatan. Ada berbagai tipe terapi dapat dilakukan untuk membantu proses pemulihan

Thursday, August 3, 2017

Cari Tahu Yukk Mengenai Rubella

Akhir-akhir ini kita sering menerima info mengenai Rubella dan efek yang sangat mengerikan bila terkena virus ini dari iklan layanan kesehatan di televisi. pemerintah melalui departemen Kesehatan juga sangat gencar mensosialisasikan imunisasi rubella. Tapi banyak dari kita yang masih belum mengetahui mengenai virus ini. Yukk kita cari lebih banyak mengenai virus ini agar lebih paham mengenai Rubella. Rubella atau campak Jerman adalah infeksi virus yang ditandai dengan ruam merah pada kulit. Rubella umumnya virus yang menyerang anak-anak dan remaja. Di Indonesia sendiri, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) melaporkan bahwa terdapat lebih dari 400 kasus rubella yang tercatat pada tahun 2011. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang bernama rubella dan dapat menyebar dengan sangat mudah. Penularan utamanya dapat melalui butiran liur di udara yang dikeluarkan penderita melalui batuk atau bersin. Berbagi makanan dan minuman dalam piring atau gelas yang sama dengan penderita juga dapat menularkan rubella. Sama halnya jika Anda menyentuh mata, hidung, atau mulut Anda setelah memegang benda yang terkontaminasi virus rubella.

Rubella dan Kehamilan

Walau sama-sama menyebabkan ruam kemerahan pada kulit, rubella berbeda dengan campak. Penyakit ini biasanya lebih ringan dibandingkan dengan campak. Tetapi jika menyerang wanita yang sedang hamil, terutama sebelum usia kehamilan lima bulan, rubella berpotensi tinggi untuk menyebabkan sindrom rubella kongenital atau bahkan kematian bayi dalam kandungan. WHO memperkirakan tiap tahun terdapat sekitar 100.000 bayi di dunia yang terlahir dengan sindrom ini.
Sindrom rubella kongenital dapat menyebabkan cacat lahir pada bayi, seperti tuli, katarak, penyakit jantung kongenital, kerusakan otak, organ hati, serta paru-paru. Diabetes tipe 1, hipertiroidisme, hipotiroidisme, serta pembengkakan otak juga dapat berkembang pada anak yang terlahir dengan sindrom ini.

Gejala-gejala Rubella

Penderita rubella pada anak-anak cenderung mengalami gejala-gejala yang lebih ringan daripada penderita dewasa. Tetapi ada juga penderita rubella yang tidak mengalami gejala apa pun dan tetap dapat menularkan rubella. Penyakit ini umumnya membutuhkan waktu sekitar 14-21 hari sejak terjadi pajanan sampai menimbulkan gejala. Gejala-gejala umum rubella meliputi:
  • Demam
  • Sakit Kepala
  • Hidung tersumbat atau beringus.
  • Tidak nafsu makan.
  • Iritasi ringan pada mata.
  • Pembengkakan kelenjar limfa pada telinga dan leher.
  • Ruam berbentuk bintik-bintik kemerahan yang awalnya muncul di wajah lalu menyebar ke badan, tangan, dan kaki. Ruam ini umumnya berlangsung selama 1-3 hari.
  • Nyeri pada sendi, terutama pada penderita remaja wanita.




Begitu terinfeksi, virus akan menyebar ke seluruh tubuh dalam waktu 5 hari hingga 1 minggu. Masa penularan tertinggi penderita rubella biasanya pada 1-5 hari setelah ruam muncul. Jika Anda atau anak Anda mengalami gejala-gejala di atas, segera periksakan diri ke dokter.

Proses Diagnosis Rubella

Ruam kemerahan akibat rubella memiliki karakteristik yang mirip dengan ruam-ruam lain. Guna memastikan diagnosis, dokter biasanya mengambil sampel air liur atau darah untuk diperiksa di laboratorium.
Tes tersebut digunakan untuk mendeteksi keberadaan antibodi rubella. Apabila terdapat antibodi IgM, berarti Anda sedang mengidap rubella. Sedangkan keberadaan antibodi IgG menandakan bahwa Anda pernah mengidap rubella atau sudah menerima vaksinasi.
Pemeriksaan rubella juga bisa dimasukkan dalam serangkaian tes prenatal untuk ibu hamil, khususnya untuk yang berisiko tinggi. Pemeriksaan ini dilakukan melalui tes darah.
Jika ibu hamil didiagnosis mengidap rubella, pemeriksaan lanjutan yang mungkin dianjurkan adalah USG dan amniosentesis. Amniosentesis adalah prosedur pengambilan dan analisis sampel cairan ketuban untuk mendeteksi kelainan pada janin.

Metode Penanganan Rubella

Rubella tidak membutuhkan penanganan medis khusus. Pengobatan dapat dilakukan di rumah dengan langkah-langkah sederhana. Tujuannya adalah untuk meringankan gejala, namun bukan untuk mempercepat penyembuhan rubella. Berikut ini sejumlah langkah sederhana yang dapat dilakukan.
  • Beristirahatlah sebanyak mungkin.
  • Minum banyak air putih untuk mencegah dehidrasi.
  • Mengurangi nyeri dan demam. Penderita dapat mengonsumsi paracetamol atau ibuprofen untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri pada sendi.
  • Minum air hangat bercampur madu dan lemon untuk meredakan sakit tenggorokan dan hidung beringus.

Langkah Pencegahan Rubella

Pencegahan rubella yang paling efektif adalah dengan vaksinasi, terutama bagi wanita yang berencana untuk hamil. Sekitar 90 persen orang yang menerima vaksin ini akan terhindar dari rubella. Sejak adanya program vaksinasi, jumlah kasus rubella yang tercatat secara global berkurang secara signifikan.
Di Indonesia, pencegahan rubella tergabung dalam vaksin kombinasi MMR yang juga mencegah campak dan gondong. Vaksin ini termasuk dalam daftar imunisasi wajib bagi anak di Indonesia dan diberikan sebanyak 2 kali dengan pembagian sebagai berikut:
  • Tahap pertama waktu anak berusia 15-18 bulan dengan jarak 6 bulan dari imunisasi campak.
  • Tahap kedua dilulang pada saat anak berusia 6 tahun.
Wanita yang merencanakan kehamilan juga dianjurkan memeriksakan diri melalui tes darah. Jika hasil tes menunjukkan bahwa seorang wanita belum memiliki kekebalan terhadap rubella, dokter akan menganjurkannya untuk menerima vaksin MMR. Setelah itu, dia harus menunggu minimal 4 minggu untuk hamil. Harap diingat bahwa vaksinasi ini tidak boleh dijalani saat sedang hamil.
Selain vaksin, mencegah penularan dan penyebaran rubella juga penting. Cara-caranya meliputi:
  • Hindari kontak dengan penderita sebisa mungkin, khususnya untuk ibu hamil yang belum menerima vaksin MMR dan orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah.
  • Pindahkan penderita ke ruangan terpisah yang jauh dari anggota keluarga.
  • Menjaga kebersihan diri, misalnya selalu mencuci tangan sebelum makan, setelah bepergian, atau jika terjadi kontak dengan penderita.

Azithromycin, Antibiotik yang digunakan untuk terapi covid

Azithromycin merupakan antibiotik golongan makrolida yang memiliki mekanisme kerja dengan mengikat subunit ribosom 50S pada mikroorganisme y...