Powered By Blogger

Sunday, April 16, 2017

Tanaman Kayu Secang dan Manfaat serta Khasiatnya

Hasil gambar untuk kayu secang
Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) merupakan tumbuhan yang tumbuh di tempat terbuka sampai ketinggian 1000 m di atas permukaan laut seperti di daerah pegunungan yang berbatu tetapi tidak terlalu dingin. Tingginya 5-10 m. Batangnya berkayu, bulat dan berwarna hijau kecoklatan (Hariana, 2006).
Klasifikasi tanaman Secang adalah sebagai berikut (Tjitrosoepomo, 1994):
Kingdom                : Plantae
Divisi                      : Spermatophyta
Sub divisi               : Angiospermae
Kelas                      : Dicotyledonae
Ordo                       : Rosales
Familia                    : Caesalpiniaceae
Genus                     : Caesalpinia
Spesies                    : Caesalpinia sappan L.
Di daerah tropis pada umumnya, kayu secang biasa dipergunakan sebagai pewarna makanan, kosmetika, cat dan memiliki potensi aktivitas farmakologi. Kayu secang memiliki beberapa aktivitas farmakologi diantaranya sebagai agen sitotoksik dan antitumor, antimikroba, antivirus, antiinflamasi, aktivitas hipoglikemik, hepatoprotektif dan aktivitas lainnya (Badami et al, 2004).
Kandungan  kimia  yang terdapat pada  kayu secang brazilin, brazilein, sappanchalcone, caesalpin J, caesalpin P, protosappanin A, protosappanin B, homoisoflavonoid β-sitosterol, monohidroksibrazilin, benzil dihidrobenzofuran. Selain itu juga mengandung sappanol, episappanol, 3-deoksisappanol, 3-0-metilsappanol, 3-0- metilepisappanol, 3-0-metilbrazilin, 4-0-metilepisappanol, sappanon β, 3- deoksisappanon β, dibenzoksosin, 10-0-metilsappanion β, dll (Pawar et al., 2008).  Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa kayu secang juga mengandung senyawa kimia dari kelompok alkaloid, flavonoid dan saponin. Senyawa brasilin/brasilein dan flavonoid dapat berperan sebagai antioksidan (Sufiana dan Harfia, 2014).
Menurut Indriani (2003), kayu secang dapat digunakan sebagai pewarna alami karena mengandung brazilin berwarna merah yang bersifat mudah larut dalam air panas, mudah larut dalam alkohol, eter serta alkali hidroksi. Dikatakan oleh Holinesti (2009), bahwa eter dan alkohol akan menimbulkan warna kuning pucat terhadap larutan brazilin. Sedangkan apabila terkena sinar matahari maka brazilin akan dengan cepat membentuk warna merah. Terjadinya warna merah ini disebabkan oleh terbentuknya brazilein (C16H12O5). Brazilin termasuk ke dalam flavonoid sebagai isoflvonoid. 

Daftar Pustaka

Badami S., Moorkoth S., Suresh B,  2004, Caesalpinia sappan a medicinal and dye yielding plant, Nat Product radiance, 3 (2): 75-82.
Indriani, H., 2003, Stabilitas Pigmen Alami Kayu Secang (Caesalpinia sappan Linn) dalam Model Minuman Ringan, Skripsi, Institut Pertanian, Bogor.
Hariana, A., 2006, Tumbuhan Obat dan Khasiatnya, Niaga Swadaya, Depok.
Tjitrosoepomo, G., 1994, Taksonomi Tumbuhan, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.


No comments:

Post a Comment

Azithromycin, Antibiotik yang digunakan untuk terapi covid

Azithromycin merupakan antibiotik golongan makrolida yang memiliki mekanisme kerja dengan mengikat subunit ribosom 50S pada mikroorganisme y...